Jember – LIPUTAN WARTA JATIM II Terpasangnya sebuah kain kafan yang berisi tulisan ” Masyarakat kencong diabaikan oleh Pak Hendy ” terpampang jelas . Pemasangan kain kafan ini menjadi sorotan publik dimana para pedagang di pasar melakukan aksi protes mereka terhadap pemerintah daerah yang selama ini tidak memenuhi janji tentang penyelesaian pasar Kencong.
Berita ini telah terbit 17/10/2024 oleh beberapa media online.
Menurut Martin Alamsyah,janji janji pemerentah tetang renovasi dan penyelesaian Pasar Kencong telah lama diabaikan . Kekecewaan yang mendalam ini di tuangkan melalui tulisan di kain kafan . Tulisan ini menandakan kekecewaan mereka merasa di abaikan.
Oleh Bupati Hendy Siswanto.
Dalam berita yang beredar”
Bupati Hendy Siswanto di salahkan.
Padahal ini tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab beliau.karena masalah pasar Kencong adalah warisan rezim
Bupati Jalal yang tidak terselesaikan hingga kini.ungkap Sholeh.
Sholeh menceritakan berawal dari kebakaran Pasar Kencong yang memaksa para pedagang untuk dipindahkan ke pasar penampungan .saat itu ada janji pemerintah akan mengembalikan ke lokasi pasar lama.
Namun janji tersebut tidak ditepati.Alih alih tepati janji tersebut.Bupati Djalal tambah membuat pasar yang baru yang kemudian di tolak oleh para pedagang . Hal ini memicu adanya class action di pengadilan Negeri Jember pada tahun 2013 yang dimenangkan pedagang Pasar Kencong.
Sholeh menjelaskan dalam amar keputusan PN diantaranya, bedak ukuran 2×2 gratis dan pengembalian uang muka para pedagang yang telah membayar DP, termasuk dirinya yang tidak mendapatkan uang pengembalian uang muka. Meskipun anggaran 11 Meliar udah di setujui oleh DPRD Jember banyak pedagang yang tidak mendapatkan hak mereka.mekanisme pengembalian uang DP diduga tidak jelas dan penuh rekayasa.
Pemerintah harus segera memanggil perwakilan pedagang, terutama mereka yang terlibat dalam gugatan class action
Untuk mencari solusi yang jelas .ujarnya”
Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing dengan adanya isu isu yang tidak mendidik.
Jangan mudah mebuat isu murahan yang tidak bisa mengedukasi kepada masyarakat .masalah ini harus di selesaikan dengan benar dan bijak.” Pungkas” Sholeh