Surabaya – Liputan Warta Jatim, Dengan semangat membara seperti slogan 10 November 1945. Para anggota dan Pengurus PCTA I ( Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia ) dengan penuh motivasi dan semangat berkaloborasi Surabaya, Sidoarjo dan juga hadir dari Tuban bersama memeriahkan Harkitnas di Gedung Dr. Soetomo yang merupakan pahlawan Nasional Indonesia, dengan Khidmad mensyukuri perjuangan pergerakan Dr. Soetomo yang dalam hal ini merupakan pergerakan dan kebangkitan yang perlu di teruskan pada generasi anak bangsa.
Drs. Cahyo Sudarso ketika ditemui awak media menyampaikan maksud dan tujuan diadakan tasyakuran ini untuk mementum dan mengingat kembali tentang Jasmerah ( jangan Meninggalkan Sejarah ), artinya sebuah pergerakan organisasi modern terhadap perlawanan penjajahan kolonial Belanda guna mencapai kemerdekaan Bangsa yang Hakiki kata pak Darso panggilan Drs. Cahyo Sudarso ini
Masih kata pak Cahyo Sudarso, kemudian selanjutnya diikuti oleh pergerakan-pergerakan, perjuangan dari berbagai elemen organisasi untuk mencapai kemerdekaan bangsa melalui kecerdasan, pendidikan dan strategi pergerakan tidak melakukan perlawanan dengan senjata sehinggga memunculkan kesadaran bangsa untuk bersatu, kompak dan selalu merapatkan barisan diantara anak bangsa, tambahnya. Dan PCTA I Hadir untuk mewujudkan kesadaran melanjutkan, mengisi dan meneruskan pergerakan Cinta Tanah Air.
Mohammad Sholeh sebagai Tuan rumah tasyakuran Harkitnas juga sebagai ketua PCTA I Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan hari ini akan berlanjut setiap moment hari besar Nasional untuk ke depannya, jelasnya, minggu, 26 Mei 2024.
Sujianto S.H. ketua PCTA I Sidoarjo dan juga sebagai ketua pelaksana dalam acara tasyakuran Harkidnas menuturkan bahwa perlunya melestarikan tasyakuran hari besar Nasional perlu digalakkan dan terus diperingati demi untuk menghargai jasa para pergerakan terdahulu terutama dari Departemen Pendidikan hendaknya terus mensyukuri seperti yang dilakukan oleh PCTA I ( Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia ) hari ini, tuturnya.
Dalam kegiatan tasyakuran juga diiringi paguyuban karawitan anak=anak yang di pimpin oleh Slamet dan Pujiastuti dari surabaya, dilanjutkan doa bersama di makam Dr. Soetomo yang dipimpin walitalkin Indonesia Raya Surabaya Abdul Salam.
Darto