Beranda Nasional PETI Di Bolsel: Ancaman Serius Bagi Lingkungan dan Meminta Kapolda Sulut Tindak...

PETI Di Bolsel: Ancaman Serius Bagi Lingkungan dan Meminta Kapolda Sulut Tindak Tegas

48
0

Bolsel- liputanwartajatim.com, Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Bolsel, khususnya di daerah kilo 12, desa tobayagan kecamatan Pinolosian tengah kabupaten Bolaang Mongondow Selatan telah menjadi perhatian serius. Aktivitas ini tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga merusak ekosistem yang seharusnya dijaga. Sungai dan hutan yang dulu hijau kini berubah menjadi kawasan yang rusak akibat eksploitasi ilegal.

Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kelestarian alam, kami, Fadly Makalalag dan Karmin Manggopa dari LSM Kibar Nusantara Merdeka, merasa perlu untuk menyuarakan kekhawatiran ini. Kerusakan lingkungan yang terjadi di Bolsel bukanlah masalah kecil. Jika dibiarkan, dampaknya akan semakin luas, mempengaruhi keberlanjutan sumber daya alam dan kehidupan masyarakat sekitar. Pemilik tambang dan alat berat excavator bernama kho SW yang pegang peranan tambang di desa tobayagan kecamatan Pinolosian tengah kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

PETI tidak hanya merusak struktur tanah dan ekosistem sungai, tetapi juga mencemari air yang menjadi sumber kehidupan banyak orang. Limbah hasil penambangan yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari air dan tanah, menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi warga sekitar. Racun seperti Sianida (CN) yang digunakan dalam proses penambangan dapat mencemari air sungai, membahayakan kehidupan ikan serta manusia yang mengonsumsi air tersebut.

Baca Juga :  Dewas DPP PWDPI Siap Kucurkan Pinjaman Modal Untuk Kepala Daerah Seluruh Indonesia 600 Triliun

Selain itu, perusakan hutan akibat PETI berdampak besar terhadap keseimbangan alam. Hutan yang berfungsi sebagai penyangga air dan habitat berbagai satwa kini semakin terancam. Hilangnya tutupan hutan mempercepat laju erosi dan meningkatkan risiko bencana alam seperti longsor dan banjir. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan akan menjadi korban utama dari dampak negatif ini.

Kami meminta kepada Kapolda Sulawesi Utara Irjen. Pol. Roycke Harry Langie Sik,MH untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku perusakan lingkungan ini adalah Kho SW. Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu agar memberikan efek jera kepada mereka yang terlibat dalam aktivitas PETI. Jika dibiarkan, maka PETI akan terus berkembang dan merusak ekosistem lebih jauh lagi.

Baca Juga :   Kembali Maraknya Gas Oplosan 3 Kilo Dan 12 Kilo Yang Meresahkan Warga Di Rumpin Bogor kecamatan Rumpin Jawa Barat

Tidak hanya itu, perlu adanya sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat untuk memberantas PETI. Penyuluhan kepada masyarakat juga harus dilakukan agar mereka memahami dampak negatif dari penambangan ilegal ini. Jika masyarakat turut serta dalam pengawasan dan pelaporan, maka akan lebih mudah bagi pihak berwenang untuk menindak pelaku yang terlibat.

Solusi jangka panjang juga harus dipikirkan untuk mengatasi masalah ini. Pemerintah perlu menciptakan kebijakan yang mendorong pertambangan yang legal dan ramah lingkungan. Dengan regulasi yang jelas dan pengawasan yang ketat, kegiatan pertambangan dapat berjalan tanpa merusak lingkungan.

Kami berharap tindakan nyata segera dilakukan demi menyelamatkan lingkungan di Bolsel. Jangan sampai PETI terus berlangsung hingga merusak generasi mendatang. Mari bersama-sama menjaga alam demi masa depan yang lebih baik.

 

(Red/Tim)